Akhir Tragedi Pompa Air di Asrama MIT School

Akhir Tragedi Pompa Air di Asrama MIT School

sang ahli sumur in action

Halo, kawan, setelah kemarin ada postingan tragedi pompa air, kita jadi belajar nih kalo terkadang kita menyadari sesuatu itu akan terasa berarti ketika sesuatu itu telah tiada, ya contohnya seperti pompa air kemarin yang “mogok kerja”, hehe mogoknya pompa air lumayan menguras tenaga, membuat para peserta MIT School gundah gulana antara harus mandi tapi menimba air dulu atau mau hemat tenaga saja tapi ga mandi, mogoknya sang pompa ini juga menyebabkan cucian menumpuk, piring kotor berjejer padahal mogoknya belum 24 jam. Menyikapi hal tersebut presiden MIT School tidak tinggal diam, dia langsung bergegas mencari tukang reparasi, namun sayangnya tukang reparasi pompa sedang bertugas, singkat cerita presiden MIT School hanya mendapatkan no kontaknya kemudian meminta tolong memeperbaiki si pompa, Alhamdulillah tukang reparasi ini bersedia namun dikerjakan esok hari.

Keesokan harinya, pagi hari masih seperti kemarin, masih dengan si pompa air yang mogok kerja, kami harap-harap cemas menanti tukang reparasi. Akhirnya sekitar pukul 08.00 WIB tukang reparasi datang, kemudian langsung hajar saja si pompa, setelah diperiksa, usut punya usut si pompa mogok kerja karena si pompa sudah tua dan ada salah satu bagiannya yang rusak, setelah beberapa jam kemudian si pompa dengan suaranya yang khas bisa kembali bekerja menarik air dari sumur ke tempat yang ditujunya, selamat bekerja kembali pompa,hehe

Ditulis oleh Cucu Mohammad Irsad (Peserta didik MIT School)

Related posts:

Loading Facebook Comments ...