Melatih Soft Skill Dengan Menjadi Presiden di MIT School

Melatih Soft Skill Dengan Menjadi Presiden di MIT School

 

Melatih Soft Skill di MIT School

MIT School adalah sekolah non formal yang bertujuan mencetak programmer muslim penghafal quran yang berahlak mulia dan bermental baja. Disini kita tidak hanya belajar pemrograman tapi juga dibekali ilmu agama dan sosial.

Di MIT School ada yang namanya presiden yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan di asrama, keren kan?. Disini semua siswa pasti akan jadi presiden karena setiap bulan presidennya harus ganti, pasti kebagian semua deh. Kenapa? Karena selain belajar pemrograman (hard skill) dan ilmu agama, disini kita juga belajar jadi pemimpin dalam suatu organisasi (soft skill).

Karena di dunia kerja selain hard skill yang di butuhkan adalah soft skill yang bagus. Para ahli manajemen percaya bahwa bila ada dua orang dengan bekal hard skill yang sama, maka yang akan menang dan sukses di masa depan adalah dia yang memiliki soft skill lebih baik. Mereka adalah benar-benar sumber daya manusia unggul, yang tidak hanya semata memiliki hard skill baik tetapi juga didukung oleh soft skill yang tangguh.

Di sini kita memang di tuntut untuk melatih soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, manajemen konflik, kemampuan bekerja sama dengan team, pengambilan keputusan dan masih banyak lagi.

Jadi di MIT school ini kita benar-benar di didik agar siap terjun di dunia kerja dan masyarakat.

Jadi kesuksesan seseorang itu tidak semata-mata ditentukan dengan pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, melainkan lebih dengan kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Semoga MIT School bisa mencetak muslim yang bermental baja seperti slogannya “mencetak programmer muslim penghafal quran yang berahlak mulia dan bermental baja”.

Ditulis oleh : Muchammad Alvin Tri Bachtiar (Peserta didik MIT School)

Related posts:

Loading Facebook Comments ...