Menyambut Tahun Baru 1439 Hijriyah

Menyambut Tahun Baru 1439 Hijriyah


Alhamdulillah, kawan kita sudah berada dipenghujung tahu 1438 H, insya Allah nanti maghrib kita sudah memasuki tahun baru 1439 H, nah bagaimanakah kita menyambut pergantian tahun ini, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyambut bulan Muharram:

1. Mengetahui Keutamaan bulan Muharram

Dalam agama ini, bulan Muharram, merupakan salah satu diantara empat bulan yang dinmakan bulan haram, berikut firman Allah tentang bulan haram

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesusungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Ibnu Rajab mengatakan, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai munculnhya hilal. Satu tahun dalam syari’at islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”
Lalu apa saja empat bulan yang suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun berputar sebagaimana keadaanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil(akhir) dan Sya’ban.”

Lalu, kenapa bulan-bulan tersebut bulan haram? Al Qadhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang jahilliyah pun meyakini ini
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan keta’atan.”

Rasullullah menganjurkan kita untuk berpuasa pada bulan muharram ini, Beliau bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafadzh jalalah Allah, inilah yang menunjukan keagungan dan keistimewaanya.

2. Muhasabah

Menyambut bulan muharram, berarti akan meninggalkan bulan dzulhjjah, dan meninggalkan tahun lama, alangkah baiknya momen ini diisi dengan muhasabah (evaluasi) dengan bertitik tolak pada surat Al Hasyr 71 Al Hasyr 18-20, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-oran yang fasik. Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.

Adapun poin-poin yang harus dievaluasi:
1. Kualitas Keimanan
2. Pemahaman tentang makna hidup
3. Pemahaman agama kita
4. Amal ibadah kita

sumber:
rumaysho.com/719-kekeliruan-dalam-menyambut-awal-tahun-baru-hijriyah.html
http://roufazhar.blogspot.co.id/2011/11/renungan-akhir-tahun-1432-h-evaluasi.html

Related posts:

Loading Facebook Comments ...