T-Rex, Makhluk Purba Yang Kami Benci

T-Rex, Makhluk Purba Yang Kami Benci

T-Rex, Makhluk Purba Yang Kami Benci

Sore itu langit Kota Yogyakarta berselimut mendung. Matahari mulai turun ke ufuk barat, begitu juga suhu udara yang mulanya lumayan bikin gerah badan perlahan turun, berubah menjadi sejuk cenderung dingin. Sementara tangan-tangan penghuni asrama MIT School sibuk dengan keyboardnya masing-masing.

Sedang asyik-asyiknya berselancar dengan Google Chrome tiba-tiba muncul sesosok makhluk purba pada layar. “Internetnya galau ya?” seorang teman nyeletuk. “Iya ini, dari tadi muter-muter terus” seorang lagi menimpali. Tanya jawab dengan mbah Google pun seketika terhenti, pun begitu tanya jawab di stackoverflow juga tak lagi bisa dilakukan.

Tak lama kemudian satu per satu, mereka mulai meninggalkan laptopnya. Ada yang beralih memainkan ponsel, ada yang pergi mandi. Sementara beberapa yang lain berkumpul saling bercengkerama, sekadar bersenda gurau menghilangkan penat. Topiknya tak jauh dari membandingkan bahasa masing-masing daerah asal, kenangan masa kecil, teknologi maupun seputar hal-hal yang sedang trending di dunia maya. Satu yang saya suka ngobrol dengan teman-teman adalah jauh dari perkara politik.

Maghrib sebentar lagi, bergiliran satu demi satu pergi membersihkan badan, bersiap-siap ke masjid, memenuhi panggilan adzan.

Ditulis Oleh : Muhammad Imam Syafi’i (Peserta didik MIT School)

Related posts:

Loading Facebook Comments ...