MIT School Muslimah : Yuk Belajar Git

MIT School Muslimah : Yuk Belajar Git

belajar git

Belajar tentang Git membuat saya tiba-tiba teringat zaman dulu *nggak dulu-dulu banget sih* saat masih sering berkutat dengan tugas penelitian. Ketika kita ingin merevisi tugas, biasanya untuk jaga-jaga kita ingin tetap menyimpan file versi sebelum revisi. Akhirnya penuhlah satu folder tugas dengan judul-judul aneh semacam “Tugas bismillah”, “Tugas revisi”, “Tugas revisi fix”, “Tugas fix final bangettt alhamdulillah” dan sebagainya. Hehehe. Jangan ditiru.

Yang namanya revisi juga tidak dapat dihindari ketika membuat sebuah software, aplikasi, website, dan lain-lain. Bahkan pengembangan suatu project sering kali memakan waktu yang jauh lebih lama dan melibatkan jumlah revisi yang jauh lebih banyak. Di samping itu satu project umumnya terdiri dari sejumlah file yang saling berkaitan. Menyimpan setiap file versi revisi dengan judul-judul berbeda tidak bisa lagi menjadi solusi. Terus gimana dong?

Jawabannya adalah version control system (VCS). Dengan menggunakan VCS kita dapat menyimpan berbagai versi dari project yang kita kerjakan. Kita juga dapat melihat perubahan apa saja yang sudah terjadi, serta kembali ke versi yang lebih awal (kalau-kalau kita melakukan suatu kesalahan fatal :B).

Naah Git adalah salah satu software VCS yang gratis dan open source. Lebih spesifik lagi, Git adalah sebuah distributed version control system. Hal ini lebih memudahkan proses kolaborasi dengan rekan-rekan kita ketika mengembangkan sebuah project. File-file kita tidak hanya disimpan dalam satu server sentral, tapi ‘didistribusikan’ pada setiap kolaborator. Jadi masing-masing orang dalam tim menyimpan file di server masing-masing dan dapat melakukan revisi masing-masing sebelum mengintegrasikannya ke server sentral. Beberapa penyedia server yang dapat kita gunakan untuk keperluan ini adalah GitHub dan BitBucket.

Pernah berkolaborasi mengerjakan tugas secara bersamaan menggunakan Google Documents? Pernah tidak sengaja menghapus revisi yang dikerjakan oleh teman sesaat sebelumnya? Sistem distribusi Git memastikan hal itu tidak akan terjadi. Revisi yang kita lakukan pada awalnya selalu terjadi secara lokal di server kita sendiri, baru kemudian dapat kita upload (push) ke server sentral. Server sentral juga akan memastikan dulu apakah file yang kita push ber-conflict dengan file yang sudah ter-upload sebelumnya. Hal ini untuk memastikan tidak ada perubahan yang tidak sengaja ter-overwrite oleh versi perubahan selanjutnya.

Itulah sekilas mengenai Git. Untuk penghayatan yang lebih menyeluruh, langsung saja rasakan pengalaman 15 menit menggunakan Git di https://try.github.io. Selain itu, Roger Dudler juga membuat panduan sederhana tentang Git (cara instalasi, membuat repo, add, commit, dll) di http://rogerdudler.github.io/git-guide/index.html.

Related posts:

Loading Facebook Comments ...